Pelaksanaan TKA di Kota Cirebon Diapresiasi Kemendikdasmen, Dr Ade : Literasi Anak Harus Terus Ditingkatkan
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Kota Cirebon tahun 2026 mengukir prestasi gemilang.
Berdasarkan apresiasi dari Dirjen Kemendikdasmen dan Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen, Kota Cirebon berhasil meraih peringkat tertinggi di Jawa Barat, bahkan menjadi salah satu yang terbaik di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Ade Cahyaningsih, M.Pd., selaku Kabid Diksar sekaligus Plt. Bidang Kurikulum dan Tenaga Kependidikan (Kurtendik) Disdik Kota Cirebon, pada Jumat (24/4/26).
“Prestasi sebagai salah satu yang terbaik di level nasional ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Cirebon untuk terus meningkatkan kualitas mutu lulusan ke depannya,” harap Ade.
Sementara untuk kegiatan TKA dijadwalkan berlangsung dari tanggal 20 hingga 30 April 2026 yang terbagi ke dalam empat gelombang pelaksanaan. Tercatat sebanyak 212 SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Cirebon, mengikuti agenda ini.
“Dari total sekolah yang ada, hanya tiga sekolah yang tidak berpartisipasi karena belum memiliki siswa kelas besar, yakni kelas 6 SD atau kelas 9 SMP,” kata Dr. Ade Cahyaningsih.
Secara teknis, lanjut Ade, tes dibagi menjadi empat sesi setiap harinya di masing-masing sekolah. Meski secara umum berjalan lancar, pihak Disdik mencatat beberapa kendala teknis kecil di lapangan.
“Kendalanya sejauh ini hanya terkait keterlambatan token di beberapa titik, namun hal tersebut dapat segera teratasi,” tambahnya.
Ade menyebutkan, terdapat 3 mata pelajaran yang diujikan dalam TKA kali ini, meliputi, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Dari hasil evaluasi sementara, Dr. Ade menekankan pentingnya peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Menurutnya, model soal TKA saat ini menuntut kemampuan berpikir kritis (critical thinking), di mana siswa tidak sekadar menghafal tetapi harus mampu mencerna dan memahami materi secara mendalam.
“Kami meminta agar kemampuan literasi dan numerasi ini terus ditingkatkan. Ini adalah basic skill yang sangat menentukan pemahaman anak terhadap materi pelajaran serta menjadi bekal krusial dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa literasi dan numerasi yang baik, individu akan tertinggal,” pungkasnya. (Cepy)
