Iing Daiman Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Cirebon, Fokus pada Tiga Aspek Strategis

0
oplus_0

oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Teka-teki mengenai pengisi jabatan tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Cirebon akhirnya terjawab. Dr. H. Iing Daiman, SIP.,MSi.,  yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP), kini resmi mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon.

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo SAP MSi di halaman Gedung Setda Kota Cirebon, Senin (4/5/2026).

Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 128 Tahun 2026 tanggal 29 April 2026 tentang Pengangkatan Sekretaris Daerah Kota Cirebon.

Ditemui usai pelantikan, Iing Daiman menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan daerah.

“Saya bersyukur kepada Allah SWT. Atas rida-Nya, saya mendapat amanah dari Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota. Ini adalah anugerah sekaligus tanggung jawab besar yang harus saya laksanakan sebaik mungkin,” kata Iing.

Sebagai “panglima” ASN, Iing menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pencapaian visi dan misi kepala daerah. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk bersinergi membangun kota.

Dalam keterangan persnya, Iing memaparkan tiga aspek utama yang akan menjadi fokus kinerjanya ke depan guna mengakselerasi pembangunan.

“Pertama, Konsolidasi Kelembagaan,  Secara internal, akan dilakukan konsolidasi kuat di setiap Perangkat Daerah (PD). Secara eksternal, Pemkot akan lebih terbuka dalam membangun ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, Optimalisasi SDM ASN, menyikapi keterbatasan jumlah personel ASN yang menjadi rahasia umum, Iing menekankan untuk tidak sekadar berkeluh kesah.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja meski di tengah keterbatasan.

Selanjutnya, Kreativitas Pembiayaan Daerah, mengingat kondisi keuangan daerah yang sedang tantangan dalam dua tahun terakhir, Iing mendorong adanya inovasi dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mencari skema pembiayaan alternatif yang sah untuk mendanai pembangunan.

“Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Kita butuh koordinasi dan sinergi dengan semua pihak agar pembangunan yang sudah direncanakan dapat terakselerasi dengan baik,” pungkasnya. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *