Outing Class SMPN 7 Kota Cirebon, Sinergi Kecerdasan Kolektif dan Kemandirian Melalui Character Building

0
Oplus_0

Oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  SMPN 7 Kota Cirebon sukses menggelar kegiatan outing class edukatif bagi ratusan siswanya pada Selasa (5/5/26) lalu.

Mengambil lokasi di wilayah Ciayumajakuning, kegiatan ini difokuskan pada penguatan literasi sejarah dan pembangunan karakter siswa di luar lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 7 Kota Cirebon, Dra. Euis Sulastri, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan outing class ini sepenuhnya merujuk pada Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat Nomor 42/PK.03.04/KESRA mengenai pengaturan study tour dan outing class.

Dalam aturan tersebut, sekolah diarahkan untuk memprioritaskan lokasi di dalam wilayah Jawa Barat dengan orientasi pada tujuan akademik serta pendidikan karakter.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret kami dalam mensukseskan program Gubernur Jawa Barat untuk memberikan edukasi di luar kelas. Tujuannya jelas, yakni mendekatkan siswa dengan realita lapangan dan menghubungkan teori yang selama ini mereka pelajari di sekolah,” kata Euis, Kamis (7/5/26).

Ia menyebutkan bahwa, rangkaian kegiatan yang diikuti 330 siswa dari kelas 7 dan 8 ini dalam pelaksanaannya terbagi ke dalam dua agenda utama.

Pertama yaitu literasi Sejarah di Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan, dimana Siswa diajak menelusuri jejak diplomasi perjuangan bangsa.

“Lokasi ini jadi pilihan kami bertujuan  untuk mempertajam kemampuan pengamatan dan analisis siswa terhadap fenomena sejarah secara langsung,” ungkap Euis.

Sementara untuk Character Building, disebutkan Euis berlangsung di Situ Cipanten, Majalengka.

“Pada sesi kedua, fokus beralih pada aktivitas fisik melalui outbound dan dinamika kelompok,” sebutnya.

“Agenda ini bertujuan menumbuhkan kemandirian serta keterampilan mengelola diri di luar proteksi lingkungan sekolah yang biasa,” tambahnya.

Meski kegiatan bersifat tidak wajib,  namun antusiasme siswa sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang bergabung untuk mendapatkan pengalaman belajar yang menyegarkan guna menghilangkan kejenuhan.

Lebih lanjut, pihak sekolah berharap pengalaman kolektif ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan psikologis anak didik.

Menurut Euis, kecerdasan siswa tidak hanya dibentuk melalui buku teks, tetapi juga melalui kebersamaan dan kenangan bersama rekan sejawat.

“Kami berharap kegiatan inovatif ini memberikan memori positif bagi siswa. Pengalaman belajar di lapangan, mengenal sejarah, hingga memperkuat kebersamaan melalui character building, sangat penting bagi perkembangan mereka ke depan,” pungkasnya.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, SMPN 7 Kota Cirebon membuktikan bahwa edukasi berbasis kearifan lokal di wilayah Ciayumajakuning mampu menjadi sarana efektif dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berwawasan luas. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *