FK UGJ Cetak 860 Dokter dalam 17 Tahun: Sumpah Dokter ke-30 Tandai Langkah Menuju Jejaring Global

0
IMG-20260512-WA0038
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai pencetak tenaga medis unggul di Indonesia.

FK UGJ menggelar prosesi Sumpah Dokter ke-30 yang diikuti oleh 20 lulusan dokter baru, Selasa, (12/5/26).

Dekan FK UGJ, dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed., menyampaikan bahwa para lulusan ini merupakan peserta yang telah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode Februari 2026. Dengan bertambahnya sejawat baru ini, FK UGJ yang kini menginjak usia 17 tahun telah berhasil meluluskan total 860 dokter yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Dekan dr. Catur Setiya Sulistiyana, berucap syukur atas pencapaian luar biasa institusi yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa FK UGJ bukan sekadar pusat pendidikan di wilayah Ciayumajakuning, melainkan telah diakui secara nasional.

“Alhamdulillah, FK UGJ telah meraih Akreditasi Unggul selama 5 tahun. Ini adalah bukti nyata bahwa mutu akademik dan tata kelola kita sudah sangat baik di Indonesia,” kata dr. Catur.

Lebih lanjut, dr. Catur memaparkan visi FK UGJ untuk terus berjejaring secara global. Saat ini, lanjutnya, FK UGJ tengah aktif mengembangkan program student exchange dan lecture exchange melalui program Erasmus Plus For Mobility maupun anggaran mandiri. Kerja sama ini melibatkan universitas ternama dunia seperti, Poitiers University (Prancis), Radboud University & Maastricht University (Belanda), dan Mahidol University (Thailand).

“Fokus utama kolaborasi ini adalah peningkatan kompetensi di bidang Genomik dan Biomedis. Bahkan, secara rutin mahasiswa dari Radboud University Belanda melakukan studi mengenai Tropical Disease selama 3 bulan di FK UGJ, RSUD Waled, dan Puskesmas di wilayah Kabupaten Cirebon,” paparnya.

Tak hanya di Eropa, sambung Dekan, semangat pengabdian masyarakat FK UGJ juga merambah ke mancanegara.

Baru-baru ini, 13 mahasiswa semester 7 dan 4 dosen diterjunkan dalam kegiatan KKN dan Pengabdian Masyarakat Internasional di Malaysia.

Kepada dokter baru ia berpesan agar, menjadi Dokter Humanis dengan Hati. Selian itu, dr. Catur menekankan pentingnya semangat lifelong learning (belajar sepanjang hayat).

Menurutnya, dunia kedokteran digital dan teknologi kesehatan berkembang sangat pesat, sehingga dokter masa depan harus memiliki kemampuan adaptasi, kolaborasi, dan kepemimpinan.

“Dokter yang hebat bukanlah dokter yang merasa paling pintar, tetapi dokter yang terus mau belajar dan rendah hati. Bacalah jurnal terbaru, kuasai kedokteran digital, namun jangan lupakan sisi kemanusiaan,” tandasnya.

Beliau menutup sambutan dengan mengingatkan bahwa pasien seringkali datang membawa ketakutan dan harapan. Oleh karena itu, empati adalah bagian dari penyembuhan.

“Senyuman dokter dapat menjadi obat, kata-kata yang menenangkan dapat menjadi terapi. Jadilah dokter yang humanis, yang hadir bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan hati nurani,” pungkasnya.

Prosesi yang berlangsung khidmat ini menandai lahirnya generasi dokter baru yang siap mengabdi untuk masyarakat Cirebon, Jawa Barat, dan Indonesia, membawa misi mulia demi kemanusiaan. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *