Puncak HUT PPNI ke-52 di RSD Gunung Jati Berlangsung Meriah, Fokus pada Kesejahteraan dan Profesionalisme
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Kemeriahan menyelimuti Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon saat menggelar acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang ke-52.
Mengusung tema nasional “Perawat Profesional sebagai Modal Ekonomi Bangsa”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan kompetensi sekaligus ajang silaturahmi bagi ratusan tenaga perawat.
Ketua DPK PPNI RSD Gunung Jati Cirebon, Adnan, S.Kep., Ners., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak 12 Maret lalu.
Berbagai agenda dilakukan mulai dari kegiatan religius seperti Nuzulul Quran, pemberian dukungan bagi operasional rumah sakit, hingga pembagian paket kesejahteraan.
“Kami telah membagikan parsel dan suvenir berupa kaos PPNI untuk seluruh perawat. Selain itu, ada lomba bulutangkis internal dan pemilihan Perawat Teladan yang pemenangnya akan diumumkan pada acara puncak ini,” kata Adnan, Kamis (14/5/26).
Selain aspek selebrasi, PPNI RSD Gunung Jati juga menitikberatkan pada aspek legalitas dan profesionalisme.
Pekan lalu, sebanyak 720 perawat telah mengikuti Zoominar yang bernilai 2 SKP sebagai syarat mutlak perpanjangan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP).
Terkait tantangan ke depan, Adnan menyoroti isu kesejahteraan, terutama bagi rekan sejawat yang bertugas di sektor swasta.
Ia berharap ada standardisasi pengupahan yang lebih jelas dan layak dari pemerintah maupun pihak swasta.
“Di rumah sakit pemerintah mungkin sudah sesuai, namun rekan-rekan di swasta masih banyak yang pengupahannya belum standar. Kami berharap di usia ke-52 ini ada peningkatan jasa pelayanan demi kesejahteraan perawat,” tegasnya.
Sejalan dengan tema ekonomi bangsa, Adnan menjelaskan bahwa perawat yang profesional berkontribusi langsung pada produktivitas masyarakat. Jika perawat memberikan asuhan yang baik, masyarakat sehat dan kembali bekerja, yang secara otomatis menggerakkan ekonomi negara.
Namun, ia juga menitipkan pesan penting terkait etika pelayanan di lapangan.
“Harapan kami, tidak ada lagi perawat yang dicap ‘jutek’. Kami terus mendorong penerapan 3S (Senyum, Sapa, Salam) agar masyarakat yang datang ke rumah sakit merasa lebih dihargai dan dilayani dengan hati,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Gugun Gunawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara. Ia mencatat adanya peningkatan signifikan pada partisipasi peserta dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, tahun ini antusiasme sangat luar biasa. Dari total sekitar 750 perawat di RSD Gunung Jati, mayoritas terlibat aktif baik dalam perlombaan maupun webinar. Kami memilih hari libur agar lebih banyak yang bisa berkumpul, meski sebagian tetap bertugas di ruangan untuk menjaga pelayanan,” jelas Gugun.
Selain itu, ia berharap agar profesi keperawatan di Cirebon semakin kompak, maju, dan tetap mengedepankan profesionalisme dalam melayani masyarakat. (Cepy)
