Empat Jemaah Haji Kabupaten Cirebon Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Imbau Jaga Kesehatan Prima

0
IMG20260525153225
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Kabar duka datang dari pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Sebanyak empat jemaah haji asal Kabupaten Cirebon dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci akibat sakit.

Dari total 4 jemaah tersebut, tiga jemaah mengembuskan napas terakhir di Mekkah, sementara satu jemaah lainnya wafat di Madinah.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, H. Mualim, M.Ag., melalui Kasi Bina Pengendalian  lHaji dan Umrah, H. Mahfud, membenarkan informasi duka tersebut.

Menurutnya, keempat jemaah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.

“Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya empat jemaah haji asal Kabupaten Cirebon. Berdasarkan data yang kami terima, tiga jemaah wafat di Mekkah dan satu jemaah di Madinah,” kata H. Mahfud,  Senin (25/5/26).

Adapun identitas keempat jemaah yang wafat adalah, sebutnya,  Moh Ali Karman (Kloter 5), warga Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, wafat di Madinah. Yani Ramian Abas (Kloter 25), warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, wafat di Mekkah. Tapsir Samipen Marliah (Kloter 13), warga Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, wafat di Mekkah dan Slamet Tumina Parno (Kloter 13), warga Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala, wafat di Mekkah.

Mahfud menjelaskan, faktor cuaca panas yang ekstrem di Arab Saudi serta kelelahan fisik disinyalir menjadi pemicu menurunnya kondisi kesehatan para jemaah hingga jatuh sakit.

Kendati demikian, ia memastikan tim medis di Tanah Suci telah memberikan pelayanan dan penanganan kesehatan yang maksimal.

“Faktor cuaca dan kondisi fisik yang kelelahan membuat jemaah mengalami sakit. Mereka sudah dirawat secara intensif di rumah sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Kami memastikan pelayanan kesehatan di sana sudah berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahfud menegaskan bahwa seluruh jemaah yang diberangkatkan dari Kabupaten Cirebon sebenarnya telah melalui prosedur pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat sejak di daerah hingga di Embarkasi.

Jemaah yang terbang ke Tanah Suci dipastikan telah mengantongi kriteria istitha’ah atau kelayakan kesehatan dari tim dokter.

Menyikapi hal ini, pihak Kemenhaj Kabupaten Cirebon mengimbau kepada jemaah haji yang masih berada di Tanah Suci untuk terus menjaga kondisi fisik dan kesehatan secara mandiri agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat terlaksana dengan lancar.

Sementara itu, terkait dengan kepengurusan administrasi dan skema kepulangan barang-barang milik jemaah yang wafat, Kemenhaj Kabupaten Cirebon masih menunggu koordinasi dan instruksi resmi dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Barat. (Cepy)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *