Pemkab Cirebon dan INOVASI Susun Strategi Pendidikan Berkelanjutan
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon — Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadiri Pertemuan Refleksi dan Perencanaan Daerah Mitra yang diselenggarakan oleh Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di Hotel Patra Cirebon, (3–4/6/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada aspek kecakapan dasar seperti literasi, numerasi, dan penguatan karakter peserta didik.
Pertemuan yang mengusung tema “Bersama Membangun Ekosistem Pendidikan yang Berkeadilan, Berkelanjutan, dan Berdampak pada Pembelajaran Murid” itu dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program selama periode 2025–2026 sekaligus menyusun arah program tahun 2026–2027.
Selain melakukan refleksi capaian program, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon, Dangi, menyampaikan pesan Bupati Cirebon yang menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak.
“Pesan Bupati sangat sederhana, bagaimana caranya agar semua anak di Kabupaten Cirebon bisa bersekolah. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah. Sederhana, tetapi membutuhkan kerja keras kita semua,” ujarnya.
Dangi juga menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Cirebon sebagai daerah mitra dalam program pendampingan INOVASI.
Menurutnya, program tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat sektor pendidikan di daerah sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat.
“Harapan kami, Jawa Barat bisa terus memberikan afirmasi bagi daerah-daerah yang masih membutuhkan penguatan di sektor pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Deputy Program Director Development Priorities INOVASI, Feiny Santosa, menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun kondisi fisiknya.
“Semua anak, tanpa memandang latar belakangnya, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk anak dengan disabilitas maupun dari keluarga kurang mampu, harus mendapatkan pembelajaran yang berkualitas,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan peningkatan mutu pendidikan memerlukan perencanaan yang matang serta dukungan berbagai pihak secara berkelanjutan.
“Ada tiga hal penting yang perlu kita tekankan, yaitu perencanaan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen berkelanjutan. Rencana yang disusun harus realistis, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar siswa,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pertukaran gagasan, pengalaman, dan praktik baik dari berbagai pihak, mulai dari tingkat sekolah, gugus pendidikan, kabupaten, hingga dukungan ekosistem provinsi dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata terhadap hasil belajar peserta didik di Kabupaten Cirebon dan daerah lainnya. (Cepy)
