RSD Gunung Jati Dampingi Trauma Lovanya Pasca Operasi Amputasi

0
IMG-20260716-WA0019
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Ruang perawatan intensif (PICU) RSD Gunung Jati menjadi saksi bisu dari sebuah nestapa yang amat menyayat hati. Lovanya Evelyn Kautsar, seorang siswi kelas 6A SDN Guntur, kini harus mendekap takdir yang teramat kejam. Di usianya yang masih sangat belia usia di mana seorang anak seharusnya bermanja dalam dekapan hangat orang tua, ia justru harus menerima kenyataan pahit bahwa dunianya telah runtuh dalam sekejap.

Kecelakaan maut di jalur Gronggong pada Senin (13/7) lalu tidak hanya menghentikan keceriaan masa kecil Lovanya, tetapi juga merenggut seluruh alasan kebahagiaannya.

Nyawa kedua orang tua yang teramat dicintainya, serta adik kecil yang menjadi pelengkap tawanya, terampas seketika dalam peristiwa tragis tersebut. Lovanya kini sebatang kara, ditinggalkan dalam keheningan duka yang teramat dalam.

Penderitaan bocah malang ini tak berhenti sampai di situ. Akibat luka parah yang dideritanya, tim medis terpaksa mengambil keputusan paling memilukan dengan mengamputasi kaki Lovanya pada Selasa lalu.

Takdir memaksa Lovanya merelakan sebagian dari tubuhnya pergi, meninggalkan cacat fisik yang akan terus membekas seumur hidup.

Kabid Pelayanan Medis RSD Gunung Jati Cirebon, Karto Kenedi, mewakili Direktur RSD Gunung Jati, dr. Katibi, menjelaskan mengenai kondisi terkini Lovanya.

“Alhamdulillah pada saat ini kondisinya membaik. Namun, mungkin perlu pembatasan dari kunjungan ya, karena pasien mengalami trauma berat dan baru dilakukan tindakan operasi pada Selasa lalu,” kata Karto Kenedi, Kamis (16/7/26).

Ia mengungkapkan bahwa tindakan amputasi terpaksa dilakukan demi menyelamatkan nyawa Lovanya.

“Alasan dilakukan tindakan amputasi mungkin karena organ tubuhnya tidak bisa diselamatkan lagi. Kalaupun dibiarkan, akan menimbulkan kecacatan yang lebih parah atau infeksi yang membahayakan nyawanya. Jadi dokter mengambil kesimpulan harus dilakukan amputasi. Tindakan ini juga didukung oleh pihak keluarga yang tersisa, yaitu tante dan om dari pihak ibunya,” jelasnya.

Pihak rumah sakit menyadari, luka terdalam yang dialami Lovanya bukan sekadar pada fisiknya yang kini tak lagi utuh, melainkan pada jiwanya yang terguncang hebat akibat kehilangan mendadak orang-orang tersayang.

“Yang jelas, pada saat yang bersamaan, anak tersebut mengalami kehilangan dari orang-orang terdekat, dari orang-orang yang mencintainya. Kami konsen untuk tidak hanya memulihkan luka fisik, tetapi psikologisnya juga kita perhatikan. Kebetulan kami ada psikolog,” tutur Karto.

Saat ini, tim medis RSD Gunung Jati tengah fokus pada tiga tahap penyelamatan penting bagi Lovanya. Di ruang perawatan intensif (PICU), kondisi fisik bocah malang ini terus dipantau secara ketat pasca-operasi demi mencegah terjadinya penurunan kondisi. Bersamaan dengan itu, pihak rumah sakit berkoordinasi erat dengan tim psikolog untuk memberikan pendampingan intensif guna membantu Lovanya melewati masa-masa kelam akibat trauma hebat yang dialaminya. Seluruh upaya pemulihan fisik dan jiwa ini diperkirakan akan berlangsung selama 7 hingga 10 hari ke depan di rumah sakit.

Untuk meringankan beban materi, seluruh pembiayaan perawatan saat ini sudah ditanggung oleh pihak Jasa Raharja.

Lovanya mungkin telah kehilangan pelukan hangat ibu dan ayahnya, namun ia tidak dibiarkan berjalan sendirian di lorong gelap kehidupan ini. Gelombang dukungan dan simpati terus mengalir dari berbagai pihak untuk menguatkan pundak kecilnya.

Dukungan nyata datang dari tempatnya menimba ilmu, SDN Guntur, serta kunjungan dan perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon bersama Dinas Pendidikan.

Mereka hadir untuk memberikan dukungan moril maupun materiil kepada Lovanya dan keluarga besar yang kini menjaganya.

Masyarakat kini hanya bisa menyelipkan doa di antara rasa pilu yang mendalam; berharap agar bocah sekecil Lovanya diberikan ketabahan yang luar biasa luas untuk menghadapi kenyataan hidup yang teramat mengiris hati ini. (Cepy)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *