Catat Sejarah Baru, SMPN 7 Kota Cirebon Tembus 8 Besar Nasional dan Siap Wakili Indonesia
Oplus_2
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Keberhasilan luar biasa kembali diraih oleh SMPN 7 Kota Cirebon. Selain sukses menyabet predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, sekolah ini kini bersiap melangkah ke kancah internasional sebagai wakil tunggal dari Jawa Barat sekaligus duta Indonesia di tingkat Asia Tenggara.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMPN 7 Kota Cirebon, Dr.,Hj. Euis Sulastri, M.Pd., usai menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri yang diserahkan dalam rangkaian upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Stadion Madya Bima, Kota Cirebon, Senin (17/8/26).
Torehan prestasi di tingkat internasional ini didapatkan setelah SMPN 7 terpilih sebagai sekolah Nutrition Goes to School (NGTS) Mandiri.
Program ini, menurut Euis, berfokus pada penguatan implementasi edukasi serta pemenuhan gizi seimbang di lingkungan sekolah.
Dari hasil seleksi ketat di seluruh Indonesia, SMPN 7 menjadi satu dari 8 sekolah nasional yang lolos, sekaligus menjadi satu-satunya wakil dari Provinsi Jawa Barat yang dipercaya menjadi panelis pada forum tingkat Asia Tenggara.
“Alhamdulillah, dari seleksi seluruh sekolah se-Indonesia, kami terpilih menjadi salah satu dari 8 sekolah nasional dan merupakan satu-satunya wakil dari Jawa Barat. Insyaallah, SMPN 7 akan mewakili Indonesia di tingkat Asia Tenggara sebagai panelis,” kata Euis.
Terpilihnya SMPN 7 Kota Cirebon ke tingkat regional didasarkan pada tiga kriteria keberhasilan utama, meliputi, Implementasi Program Gizi, Sejauh mana sekolah mampu menerapkan pola gizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat secara konsisten di lingkungan sekolah.
Kemudian, Capaian dan Realisasi, Keberhasilan indikator program yang telah terlaksana serta dampaknya terhadap kesehatan dan kualitas belajar siswa.
Serta, Pengimbasan ke Sekolah Lain, Kemampuan SMPN 7 dalam menyebarkan edukasi serta menularkan praktik baik (best practices) terkait gizi kepada sekolah-sekolah di sekitarnya.
Meski fokus program NGTS berbeda dengan Adiwiyata, Euis menjelaskan bahwa keduanya memiliki keterkaitan erat dalam membentuk karakter siswa yang berbudaya lingkungan sekaligus berkesadaran gizi tinggi.
Melalui ajang internasional ini, Euis berharap SMPN 7 Kota Cirebon tidak hanya membawa harum nama daerah di tingkat nasional.
“Tetapi juga mampu menginspirasi negara-negara di Asia Tenggara dalam membangun generasi muda yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (Cepy)
