Sinergi Lintas Sektor, OJK Cirebon Dorong Inklusi Keuangan Pelajar di HIM 2026
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Desa Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (26/8/26).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak dini, khususnya bagi para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Acara ini terselenggara berkat kolaborasi OJK Cirebon bersama Bank Indonesia (BI) Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon, DPRD Kabupaten Cirebon, Perbarindo, serta Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Daerah (FKIJKD).
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menjelaskan bahwa peringatan Hari Indonesia Menabung telah dicanangkan sejak terbitnya Keputusan Presiden pada 20 Agustus 2019.
Pada peringatan tahun ini, fokus bantuan difokuskan kepada para peserta didik di Sekolah Rakyat yang masuk dalam kategori ekonomi Desil 1 dan Desil 2.
“Anak-anak didik di Sekolah Rakyat ini merupakan kelompok yang sangat membutuhkan dukungan kita bersama. Melalui dukungan Perbarindo, mereka dibukakan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dengan modal awal setoran sebesar Rp30.000,” kata Agus Muntholib.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat dibentuk khusus oleh pemerintah untuk menjangkau masyarakat kurang mampu.
Melalui pembekalan literasi dan pengelolaan keuangan sejak dini, para siswa diharapkan memiliki fondasi ekonomi yang kuat di masa depan.
“Bukan hanya orang kaya yang berhak mendapatkan pendidikan baik, tetapi justru anak-anak dari keluarga kurang mampu ini yang harus kita didik, bina, dan rajut. Kelak 5, 10, atau 15 tahun mendatang, mereka bisa menjadi calon-calon pemimpin bangsa,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas instansi ini.
Menurutnya, pemahaman mengenai keuangan dan transaksi digital yang aman sangat penting untuk menutup gap antara tingkat literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
“Target sasaran kita adalah para pelajar karena mereka adalah generasi penerus. Di era digital saat ini, mereka tidak hanya harus paham akses perbankan, tetapi juga bagaimana mengaplikasikan transaksi digital secara bijak dan aman agar terhindar dari risiko keuangan,” ungkap Wihujeng.
Untuk diketahui, Puncak peringatan HIM 2026 di Kabupaten Cirebon dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon beserta perwakilan kepala daerah se-Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).
Acara berlangsung meriah dan diisi dengan sejumlah agenda utama, diantarnya, Deklarasi & Peluncuran Gerakan Menabung, Prosesi penabuhan angklung secara simbolis oleh Kepala OJK Cirebon bersama para Kepala Daerah dan tamu undangan.
Selain itu, Penyerahan buku tabungan SimPel dan kartu beasiswa secara simbolis kepada perwakilan siswa dari Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga pemberian penghargaan industry Jasa Keuangan, meliputi, Kategori KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) Termasif untuk BPR dan Bank Umum. Kategori Literasi Keuangan Terkolaboratif untuk BPR dan Bank Umum dan ditutup dengan acara Sesi Kampung Dongeng.
Sinergi antara OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan ini dipastikan akan terus berlanjut secara berkesinambungan guna memperluas jangkauan edukasi keuangan ke seluruh lapisan masyarakat di wilayah Ciayumajakuning. (Cepy)
