Antisipasi Dampak Gadget dan Pelecehan, SDN Pamitran Kota Cirebon Gelar Seminar Parenting
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamitran Kota Cirebon menggelar seminar parenting berorientasi pencegahan bahaya era digital dan kekerasan terhadap anak pada Kamis (3/9/2026).
Langkah ini diambil guna memperkuat sinergi antara lingkungan sekolah dan peran orang tua di rumah.
Mengusung tema “Bijak Mendampingi Anak di Era Digital: Mencegah Bahaya Gadget dan Kekerasan Seksual terhadap Anak”, kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah di Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3KB) serta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon.
Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran orang tua siswa kelas 1 hingga 6, serta murid kelas tinggi (kelas 4, 5, dan 6).
Kepala SDN Pamitran Kota Cirebon, Farochatul Aeni, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini diinisiasi akibat maraknya penggunaan gadget tanpa pengawasan ketat, yang berisiko membuat anak terpapar konten tidak pantas.
“Latar belakangnya karena maraknya anak memegang gadget tanpa pendampingan orang tua sehingga mereka lepas kontrol. Terlebih ada indikasi beberapa siswa mengakses situs yang belum layak dikonsumsi seusianya. Ini memicu kami bekerja sama dengan orang tua murid karena edukasi kontrol gadget ini sudah sangat mendesak,” kata Aeni.
Selain ancaman dunia digital, maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual anak yang tengah marak belakangan ini juga menjadi perhatian utama sekolah.
Melalui edukasi ini, pihak sekolah berupaya membekali para murid agar memiliki keberanian untuk melapor (speak up) serta mengenali batas-batas privasi tubuh mereka.
“Kami inginkan anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, mengerti anggota tubuh mana yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Anak juga harus berani bicara ke orang tua atau guru apabila mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan,” tegasnya.
Aeni menekankan, pembentukan karakter anak tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pihak sekolah.
Menurutnya, Pendidikan karakter dasar bertempat di rumah, sementara sekolah berfungsi melanjutkan dan memantau perkembangannya.
Oleh karena itu, kegiatan tidak berhenti pada tataran seminar semata. SDN Pamitran berencana menindaklanjuti program ini lewat pemantauan berkala dan komunikasi intensif dengan para orang tua.
“Harapan kami, anak-anak maupun orang tua bisa lebih bijak memanfaatkan smartphone. Kolaborasi yang kuat antara rumah dan sekolah sangat kunci agar tumbuh kembang anak tetap berada di jalur yang positif,” pungkasnya. (Cepy)
