Warga Pertanyakan Status Desil DTSEN, Rinna Suryanti Ingatkan Pemkot Jamin Keadilan Data

0
IMG-20260910-WA0072
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Fenomena warga Kota Cirebon yang mendatangi kelurahan, Dinas Sosial (Dinsos), Disdukcapil, hingga BPS untuk mempertanyakan status desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Cirebon. Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, ST., menilai kejadian ini harus dibaca sebagai alarm penting bagi pemerintah daerah.

Teh Rinna menegaskan, bahwa masalah ini bukan sekadar keinginan warga untuk menurunkan desil demi mendapat bantuan, melainkan soal keakuratan data sosial ekonomi yang menjadi acuan kebijakan publik.

“Meningkatnya warga yang merasa status desilnya tidak sesuai kondisi ekonomi sebenarnya harus dibaca sebagai alarm serius. Jika data salah, bantuan bisa salah sasaran dan berpotensi menghilangkan hak warga yang benar-benar membutuhkan,” tegas politisi PAN tersebut pada Rabu (16/9/26).

Ia mengingatkan Pemkot Cirebon agar tidak menjadikan alasan “pemutakhiran data tidak otomatis menurunkan desil” sebagai tameng birokrasi.

Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan data yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi faktual di lapangan.

Untuk mengatasi keluhan masyarakat, Teh Rinna mendesak Pemkot Cirebon melakukan beberapa langkah konkret, diantarnya, menediakan kanal pengaduan dan verifikasi yang jelas, dimana  Dinsos, Disdukcapil, kecamatan, dan kelurahan harus memiliki mekanisme evaluasi yang cepat dan terukur agar warga tidak “dipingpong” antarinstansi.

Kemudian, lanjutnya, Pemkot diminta membuka data jumlah warga yang mengajukan keberatan, proses verifikasi yang berjalan, hingga potensi warga yang kehilangan akses bantuan dan Setiap keberatan warga harus ditindaklanjuti dengan verifikasi langsung di lapangan.

“Yang dituntut masyarakat bukan sekadar penurunan desil, tetapi keadilan data. Sebab ketika data salah, kebijakan bisa salah. Dan ketika kebijakan salah sasaran, rakyatlah yang menanggung akibatnya,” pungkas Teh Rinna. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *