Guncang GBK, Konser “Ye Live in Jakarta 2026” Sukses Sedot 60 Ribu Penonton dan Mancanegara

0
Oplus_131072

Oplus_131072

Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Jakarta – Rapper internasional asal Amerika Serikat, Kanye West yang kini secara resmi menyandang nama panggung Ye sukses menggelar pertunjukan spektakuler bertajuk “Ye Live in Jakarta 2026” di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta,  Sabtu (24/10/26) malam.

Konser tunggal ini mencatatkan sejarah baru bagi industri hiburan dan pariwisata tanah air, mengingat Jakarta terpilih sebagai satu-satunya destinasi pertunjukan Ye di kawasan Asia Tenggara.

Pertunjukan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB ini menyuguhkan konsep arsitektur panggung tingkat tinggi. Ye tampil di atas panggung 360-degree Giant World Globe Stage berbentuk kubah raksasa (dome stage) yang memunculkan visual simulasi bumi berputar.

Dipadukan dengan proyeksi pencahayaan resolusi tinggi, efek kembang api, dan elemen api, tata visual panggung memberikan pengalaman menonton secara imersif dari seluruh sudut tribune GBK.

Sepanjang konser berdurasi 3,5 jam hingga berakhir pukul 23.30 WIB, Ye membawakan sekitar 30 lagu terbaik dari lintas era karier musiknya.

Sejumlah lagu populer seperti “King”, “Father Stretch My Hands, Pt. 1”, “Can’t Tell Me Nothing”, “Runaway”, hingga hits terbarunya “Carnival” menggema di seluruh area stadion.

Meski Ye memilih tampil fokus tanpa berinteraksi maupun menyapa penonton secara verbal di sela pertunjukan, aksi panggungnya tetap membuat puluhan ribu penggemar histeris dan bernyanyi bersama (sing-along) tanpa henti.

Stadion GBK malam itu dipadati sekitar 60.000 penonton. Menariknya, sekitar 30.000 penonton di antaranya tercatat merupakan wisatawan luar negeri yang datang dari berbagai belahan dunia (mencakup pembeli dari 73 negara).

Dominasi turis mancanegara ini menjadikan Jakarta pusat perhatian komunitas penggemar musik hip-hop dunia pada akhir pekan tersebut.

Penyelenggaraan “Ye Live in Jakarta 2026” tidak hanya menjadi peristiwa hiburan semata, namun juga membawa sejumlah isu strategis dan dampak signifikan:

1. Dampak Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Nusantara (Economic Multiplier)

Okupansi Sektor Jasa: Kedatangan sekitar 30.000 penonton asing menyumbang dampak ekonomi langsung bagi industri aviasi, perhotelan/akomodasi di kawasan Senayan dan sekitarnya, transportasi publik, serta sektor UMKM kuliner dan ritel.

Penyerapan Tenaga Kerja: Operasional dan teknis produksi konser berskala global ini melibatkan sedikitnya 5.000 tenaga kerja lokal Indonesia, mulai dari penataan panggung (rigging), tata cahaya, pengamanan, hingga manajemen logistik.

2. Validasi Jakarta Sebagai Global Concert Hub

Pemilihan Jakarta sebagai kota tunggal penampilannya di Asia Tenggara memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama konser kelas dunia. Hal ini membuktikan bahwa fasilitas infrastruktur skala stadion seperti GBK dan kapasitas promotor lokal mampu memenuhi standar kualifikasi artis A-List internasional.

3. Manajemen Arus Lalu Lintas dan Logistik Kawasan Senayan

Mengingat konsentrasi massa capai 60.000 orang di kawasan Senayan, Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa serta pengaturan arus lalu lintas secara situasional di sekitar ring GBK untuk menjaga kelancaran lalu lintas kota. ***

 

Keterangan : Diolah dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *