Cegah Kekerasan Anak, DP3APPKB Kota Cirebon Sisir Orang Tua di Wilayah Rawan
CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon terus berupaya menekan angka kekerasan terhadap anak melalui langkah-langkah preventif.
Salah satunya dengan merencanakan program sosialisasi dan edukasi bagi para orang tua serta wali murid.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) DP3APPKB Kota Cirebon, Olly Indira Febianty, saat acara Diseminasi data gender dan anak tahun 2026 dan ekspose penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak di Aula kantor setempat, Kesambi, Kota Cirebon, Selasa (27/10/26).
Oli menjelaskan bahwa program edukasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pencegahan kekerasan anak.
Sebab, menurutnya, kekerasan pada anak tidak hanya terbatas pada tindakan fisik semata, melainkan juga mencakup kekerasan psikis hingga kekerasan seksual.
“Rencananya, kemungkinan minggu ini atau minggu depan kita akan melaksanakan sosialisasi dan edukasi bagi orang tua atau wali. Target utamanya adalah pencegahan kekerasan pada anak, baik kekerasan fisik, psikis, maupun kekerasan seksual yang seharusnya tidak boleh dialami oleh anak-anak,” kata Olly.
Olly mengungkapkan, akibat adanya keterbatasan anggaran, pelaksanaan program preventif ini belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara serentak.
Oleh karena itu, pihaknya menerapkan strategi penanganan terfokus dengan memprioritaskan wilayah kecamatan yang mencatatkan tingkat kekerasan anak paling tinggi.
Dalam pelaksanaannya, DP3APPKB akan menggandeng psikolog profesional untuk memberikan materi edukasi secara langsung. Selain itu, kolaborasi dengan pihak kecamatan juga dilakukan untuk menentukan dan memilih para orang tua atau keluarga yang paling membutuhkan pendampingan.
“Meskipun ada keterbatasan anggaran, paling tidak langkah kecil ini diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada orang tua, terutama terkait bahaya dan pencegahan kekerasan seksual pada anak. Kami bekerja sama dengan pihak kecamatan untuk menyasar keluarga yang memang dinilai sangat membutuhkan edukasi tersebut,” pungkasnya. (Cepy)
