FinExpo BIK 2026 Resmi Digelar, OJK Dorong Transformasi, Tak Hanya Mengawasi, Tapi Juga Membangun Ekosistem Ekonomi Daerah

0
IMG20261031151153
Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon resmi membuka gelaran Opening FinExpo Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Grage Mall Cirebon, Jl. Tentara Pelajar, Kita Cirebon, Sabtu (31/10/26).

Hadir pada kesempatan tersebut para kepala daerah di Ciayumajakuning, Kepala KPwBI Cirebon, insan perbankan dan tamu undangan lainnya.

Acara yang mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera” ini menjadi langkah nyata OJK dalam mendekatkan masyarakat dengan produk dan layanan jasa keuangan formal yang legal.

Agus Muntholib, Kepala OJK Cirebon menyampaikan bahwa ​kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Melalui momentum BIK yang diperingati setiap Oktober, OJK menegaskan perubahan pendekatan kelembagaan tidak hanya berfokus pada fungsi pengawasan, tetapi juga berperan aktif membangun ekosistem ekonomi daerah tanpa mengurangi independensinya.

Lebih lanjut, ​Agus Muntholib menyampaikan empat agenda penting OJK, yaitu memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi dan inklusi, memperkuat perlindungan konsumen, serta membangun kolaborasi ekosistem keuangan daerah.

​”Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama,” kutipnya menekankan pentingnya sinergi melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Ia menambahkan bahwa penguatan inklusi keuangan ini juga mendukung implementasi Asta Cita, terutama bagi kelompok masyarakat rentan, penyandang disabilitas, hingga pekerja migran.

​Dukungan senada disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara BI dan OJK untuk mengedukasi masyarakat agar terhubung dengan industri jasa keuangan yang resmi.

​”Secara inklusi di wilayah Ciayumajakuning mungkin sudah bagus, tetapi dari sisi literasi perlu terus kita giatkan agar masyarakat memahami risiko, utamanya maraknya lembaga jasa keuangan ilegal. Kami berharap FinExpo 2026 ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Wihujeng. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *