Perkuat Kiprah Global, UGJ Gandeng UUM Malaysia Gelar KKN Internasional “UGJ Impact”

0
Oplus_131072

Oplus_131072

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pembukaan program International Community Service bertajuk “UGJ Impact,  International Multicultural Partnership for Action and Community Transformation” yang berlangsung di Auditorium Kampus 1 UGJ, Jl. Pemuda, Kota Cirebon, Senin (2/11/26).

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ini dihadiri oleh Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, SP., M.M., Asian Eng.,beserta jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing dan mahasiswa dari Universiti Utara Malaysia (UUM), mahasiswa internasional UGJ (berasal dari Timor Leste, Sudan, Afghanistan, dan Malaysia), serta mahasiswa kelas internasional UGJ.

Rektor UGJ, menegaskan bahwa program ini menjadi wadah kolaborasi lintas negara untuk membangun pemahaman budaya, memperluas wawasan akademik, serta mendorong pengabdian masyarakat secara global.

“Melalui inisiatif ini, UGJ terus berupaya meningkatkan kinerja internasional dengan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen di tataran global. Kami juga tengah menyiapkan mahasiswa UGJ untuk mengikuti program KKN di luar negeri, termasuk ke Malaysia pada tahun mendatang,” kata Prof. Achmad Faqih.

 

 

          https://ugj.ac.id

 

 

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa delegasi UUM akan diajak mengenal berbagai keragaman budaya lokal melalui city tour ke desa-desa binaan UGJ yang unik, seperti desa penghasil kopi, kelurahan di Kota Cirebon, hingga desa berbasis bahasa Sunda di Kabupaten Kuningan dan bahasa Cirebon.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UGJ, Dr. Ipik Permana, S.IP., M.Si., menyambut hangat kedatangan delegasi UUM yang kini menginjak kunjungan kedua kalinya di UGJ.

Selama satu minggu di Cirebon, mahasiswa UUM akan mengikuti serangkaian agenda pengabdian, pembelajaran bahasa dan budaya Cirebon, hingga kunjungan resmi ke Pemerintah Kota Cirebon.

Pada kesempatan tersebut, Dosen Pembimbing UUM, Encik Khairil Azfar Bin Ahmad Zubair, menyampaikan apresiasi atas penyambutan hangat dari pihak UGJ.

Ia menyebutkan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi UUM untuk mempelajari pola dan mekanisme KKN yang diterapkan UGJ.

“Di Malaysia, program KKN dikenal dengan sebutan bakti siswa. Melalui program ini, kedua universitas dapat saling berbagi pengalaman dan metode pengabdian masyarakat. Kami juga mengundang sivitas akademika UGJ untuk berkunjung balik ke Malaysia,” tutur Azfar.

Kesan positif juga dirasakan oleh Marna Afnanda binti Ariwowo, mahasiswa semester akhir program Bachelor of Applied Linguistics and Business Admin UUM. Marna mengaku antusias dapat menjalankan meaningful community project bersama mahasiswa UGJ.

“Fasilitas dan penyambutan dari UGJ sangat luar biasa. Walau cuaca Cirebon cukup panas, saya sangat menikmati keunikan lokal di sini, seperti pemandangan pegunungan dan banyaknya kendaraan roda dua dibanding negara asal kami,” ungkap Marna.

Selain kegiatan pengabdian lapang, rangkaian acara turut diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema keberagaman budaya. Diskusi ini menghadirkan perwakilan mahasiswa dari lima negara—Indonesia, Malaysia, Timor Leste, Sudan, dan Afghanistan untuk saling memperkenalkan tradisi, nilai sosial, dan karakteristik daerah masing-masing.

Melalui program UGJ Impact, UGJ membuktikan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi tidak hanya sebatas penguatan jaringan akademik formal, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata, pemahaman antarbudaya, dan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. (Cepy/Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *