Bazar Kreatif SMPN 7 Kota Cirebon: Pamerkan Inovasi “Green Warrior” dan Kemandirian Energi Surya

0
oplus_0

oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Halaman SMPN 7 Kota Cirebon di Jalan Ciremai Raya, Harjamukti, berubah menjadi ajang pameran teknologi masa depan, Selasa (10/2/26).

Melalui ajang Bazar Creative Unjuk Karya Siswa, sekolah ini memamerkan berbagai inovasi teknologi ramah lingkungan yang mengukuhkan posisi mereka sebagai pionir energi terbarukan di tingkat sekolah menengah.

Pameran ini merupakan buah dari program Sekolah Energi Berdikari (SEB) yang didukung oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ (PHE ONWJ).

Melalui program ini, SMPN 7 tidak hanya menjadi tempat belajar konvensional, tetapi bertransformasi menjadi laboratorium hidup edukasi energi bersih.

Program tersebut, lanjutnya, mencakup tujuh inovasi utama, termasuk Hidropower Mini dan Biogas Mini untuk sumber energi alternatif.

Ia menambahkan, inovasi juga melibatkan solusi lingkungan seperti Biodegradable Packaging untuk mengurangi sampah plastik.

Salah satu inovasi yang mencuri perhatian dalam bazar tersebut adalah “Green Warrior”. Alat penyiram tanaman otomatis ini dikembangkan oleh tim konservasi energi siswa dengan keunggulan teknologi yang terintegrasi.

“Alat ini beroperasi penuh menggunakan listrik dari panel surya sekolah dan menggunakan sensor kelembapan tanah, sehingga penyiraman hanya terjadi secara otomatis saat tanaman membutuhkan air,” kata Dra. Hj. Euis Sulastri., M.Pd., Kepala SMPN 7 Kota Cirebon.

Selain itu, Sekolah juga menampilkan proyek pengolahan limbah menjadi biogas, yang semakin memperkuat predikatnya sebagai Sekolah Adiwiyata dan Green School tingkat nasional.

Keberanian SMPN 7 dalam mengadopsi teknologi hijau memberikan dampak ekonomi yang nyata. Sejak tahun 2023, sekolah telah mengoperasikan 12 panel surya berkapasitas 3.300 watt dengan baterai 5 kWh.

“Inovasi ini memberikan dampak nyata pada operasional sekolah, di mana tagihan listrik bulanan berhasil ditekan secara signifikan hingga 40-50%,” ungkapnya.

Listrik gratis dari matahari inilah yang kemudian menjadi “jantung” bagi berbagai riset teknologi siswa.

Kesuksesan ini juga didorong oleh kolaborasi strategis dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam pengembangan teknologi.

Untuk membangun budaya sadar lingkungan, sekolah juga memperkenalkan “Ranger Boy”, sosok maskot yang aktif mengampanyekan perilaku 3R (Reuse, Reduce, Recycle) kepada seluruh warga sekolah.

Euis menegaskan, kini sekolahnya telah menjadi pusat edukasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) berbasis energi bersih.

“Para siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi mempraktikkan langsung bagaimana teknologi dapat menjadi solusi bagi isu lingkungan global,” pungkasnya.

Acara tersebut tampak dihadiri Dr.  Agung Budiharjo, S.Si., M.Si., CRA., CRP., CFrA., pendamping program SEB Pertamina dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kadisdik Kota Cirebon, Hj. Kadini, S.Sos.,M.AP., civitas akademika SMPN 7, peserta didik, orang tua murid dan tamu undangan lainnya.

Melalui langkah ini, SMPN 7 terbukti sukses menciptakan generasi muda yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang tinggi. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *