Lebih dari Sekadar Puasa, Cara SDN 1 Kedawung Tanamkan Cinta Agama Sejak Dini

0
IMG-20260303-WA0030
Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M menjadi momentum berharga bagi peserta didik untuk memperdalam nilai-nilai spiritualitas siswanya. hal tersebut disampaikan Elvin, S.Pd.I., Kepala SDN 1 Kedawung, Selasa (3/3/26).

Melalui serangkaian program pembelajaran khusus, SDN 1 Kedawung berkomitmen menanamkan ketakwaan dan meningkatkan kualitas ibadah anak didik sesuai panduan Dinas Pendidikan setempat.

Elvin menyampaikan bahwa aktivitas sekolah selama bulan puasa akan difokuskan pada penguatan karakter Islami melalui pembiasaan ibadah kolektif.

“Adapun skema kegiatan harian siswa, setiap pagi, kami memulai hari dengan salat Dhuha berjamaah dan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama di lingkungan sekolah,” kata Elvin.

Keunikan program Ramadan di SDN 1 Kedawung tahun ini terletak pada sinergi antara sekolah dan rumah.

Sekolah membagikan Buku Kibar, sebuah instrumen pemantau ibadah yang berfungsi sebagai indikator aktivitas siswa di luar jam sekolah.

“Melalui buku ini, orang tua dan guru dapat memantau pelaksanaan puasa, salat lima waktu, salat tarawih, hingga keaktifan siswa dalam kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggal mereka,” jelasnya.

Memasuki minggu ketiga Ramadan, lanjutnya,  SDN 1 Kedawung dijadwalkan menggelar Pesantren Ramadan.

Untuk menyiasati keterbatasan jumlah guru agama, pihak sekolah melibatkan seluruh guru wali kelas dalam penyampaian materi agar pendampingan siswa tetap maksimal.

Program ini dibagi menjadi dua skema berdasarkan kategori usia, yaitu Kelas Bawah (1–3) berlangsung selama 3 hari dengan penyampaian materi keagamaan yang ringan dan mendasar.

“Sementara Kelas Atas (4–6) akan berlangsung selama 3 hari dengan materi yang lebih mendalam dan spesifik guna menumbuhkan kemandirian beragama,” sebutnya.

Elvin menegaskan bahwa tujuan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan ini bukan sekadar pemahaman teori, melainkan perubahan perilaku nyata.

“Tujuannya meningkatkan keimanan agar mereka lebih cinta terhadap agama. Namun yang terpenting adalah implikasinya; nilai-nilai ini tidak hanya berhenti di sekolah, tapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat,” tandasnya.

Melalui transformasi perilaku ini, pihaknya SDN 1 berharap para siswa tumbuh menjadi pribadi yang lebih religius, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi di masa depan. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *