Timur Tengah Membara, Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Cirebon Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan

0
Oplus_0

Oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon  Eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran mulai berdampak signifikan terhadap sektor ibadah umrah. Menanggapi situasi tersebut, Kantor Kementerian Haji dan Umroh  Kabupaten Cirebon mengeluarkan imbauan tegas bagi para calon jemaah untuk menunda keberangkatan demi keselamatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Cirebon, H. Mualim Tamim, M.Ag., mengonfirmasi bahwa saat ini tidak ada jemaah umrah asal Kabupaten Cirebon yang tertahan di Arab Saudi.

“Berdasarkan konfirmasi dengan para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Kabupaten Cirebon, alhamdulillah sudah tidak ada jemaah kita di sana. Jemaah yang berangkat sebelumnya dilaporkan sudah dalam perjalanan pulang, bahkan ada yang posisinya sudah transit di Hainan, China, dan dalam keadaan sehat walafiat,” kata H. Mualim.

Mengingat konstalasi politik yang memanas, banyak maskapai penerbangan yang saat ini menghentikan operasional rute Timur Tengah (off) demi alasan keamanan wilayah udara. Oleh karena itu, Kemenhaj Cirebon menyampaikan untuk bersikap bijak agar calon jemaah yang dijadwalkan berangkat minggu ini diminta bersabar.

“Kebijakan penundaan ini diambil semata-mata untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan nyawa jemaah,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa, kepada pihak travel wajib mematuhi arahan dari Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, serta KJRI Jeddah yang terus memantau situasi di lapangan.

Sedangkan untuk musim Haji tahun 1447 H / 2026 M, H. Mualim menjelaskan bahwa jadwal keberangkatan untuk Kabupaten Cirebon rencananya dimulai pada 24 April 2026.

“Jumlah calon jamaah Haji tahun ini sebanyak 2.559 Orang dan rencana Keberangkatan Mulai 24 April 2026 itupun masih sesuai jadwal (menunggu perkembangan konflik-red),” ungkapnya.

Kemenhaj Kabupaten Cirebon terus melakukan edukasi intensif melalui media sosial dan grup koordinasi digital dengan seluruh penyelenggara travel umrah.

Jemaah diminta untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan pihak travel masing-masing agar mendapatkan informasi update mengenai jadwal penerbangan.

“Paling penting bagi kita adalah menjaga hati untuk tetap sabar dan berdoa agar konflik geopolitik ini segera berakhir, sehingga ibadah umrah maupun haji nanti bisa berjalan dengan tenang,” tutup H. Mualim. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *