Waspada Lonjakan Kasus Campak Jelang Mudik Lebaran 2026, Kemenkes Kejar Imunisasi di 102 Daerah
CIREBONWARTANEWS.COM, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk memperketat kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran 1447 H.
Lonjakan mobilitas warga dan potensi kerumunan massa diprediksi dapat mempercepat risiko transmisi virus, khususnya bagi anak-anak.
Hingga minggu ke-8 tahun 2026, situasi campak di Indonesia menunjukkan angka yang signifikan, Suspek Campak: 10.453 orang, Kasus Terkonfirmasi: 8.372 kasus, Kematian: 6 jiwa.
Sementara Kejadian Luar Biasa (KLB) 45 titik yang tersebar di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi (termasuk Sumatera, Banten, Jawa, NTB, dan Sulawesi).
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengungkapkan bahwa meski sempat melonjak pada Januari, tren kasus mulai melandai di sepanjang Februari 2026. Namun, pelonggaran kewaspadaan saat mudik tetap menjadi kekhawatiran utama.
“Menjelang mudik Lebaran, potensi kerumunan lebih besar. Masyarakat perlu tetap waspada, terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” tegas dr. Andi, Jumat (6/3/26).
Sebagai respons cepat, Kemenkes menginisiasi program Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) Campak-Rubella (MR) selama bulan Maret 2026.
Sasarannya adalah anak usia 9–59 bulan di 102 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori wilayah terdampak maupun berisiko tinggi.
“Layanan ini akan tersedia di berbagai titik strategis, mulai dari Puskesmas, Posyandu, sekolah (PAUD/TK), tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik,” pungkasnya. (Cepy/Rill)
