Wakil Walikota Cirebon Tekankan Tiga Strategi Utama Cegah Kekerasan Anak di Lingkungan Pendidikan

0
oplus_0

oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon menggelar kegiatan “Penguatan Kapasitas Guru Bimbingan Konseling (BK)” di Aula DP3APPKB, Jl. Dr. Sudarsono No. 10, Senin (20/4/2026).

Dihadiri Wakil Walikota Cirebon, Hj Siti Farida Rosmawati acara ini digelar sebagai upaya nyata pemerintah dalam menekan angka kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.

Siti Farida Rosmawati mengajak para pendidik untuk melakukan refleksi mendalam mengenai kondisi sekolah saat ini. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat paling membahagiakan kedua bagi anak setelah rumah.

Namun, realitas digital dan dinamika sosial saat ini menciptakan celah bagi kekerasan fisik, verbal, maupun psikis.

“Bapak dan Ibu guru adalah ‘mata dan telinga’ pemerintah di unit pendidikan paling bawah. Saat berada di ruang konseling, Anda tidak hanya mengajar, tetapi sedang menjaga mental dan keberlanjutan sebuah generasi,” kata Siti Farida.

Wakil Walikota menekankan tiga poin utama yang harus dipegang teguh oleh para Guru BK di Kota Cirebon, Pertama, penguatan deteksi dini, dimana Guru diminta menjadi “detektif” perlindungan anak yang peka terhadap perubahan perilaku siswa sebelum masalah menjadi besar.

Kedua, kolaborasi lintas sektor, dimana Guru BK tidak bekerja sendiri. Pemkot melalui DP3APPKB menyediakan kanal komunikasi dan koordinasi untuk membantu penanganan kasus yang kompleks.

“Ketiga, membangun budaya ramah,  dimana mengedukasi seluruh warga sekolah bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam mendidik, serta mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif,” jelasnya.

Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Visi Ke-1 Kota Cirebon, yakni “Meningkatkan Kualitas SDM yang Berdaya Saing”.

Siti Farida menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin membebani guru dengan urusan administrasi semata, melainkan ingin membangun sistem jejaring kerja yang solid.

“Terima kasih telah memilih jalan pengabdian sebagai pelindung anak-anak Kota Cirebon. Kami berkomitmen memastikan Bapak dan Ibu memiliki alat serta kapasitas yang memadai untuk menjalankan tugas mulia ini,” pungkasnya. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *