Ketua GM FKPPI Kota Cirebon: Membangun Kepercayaan Publik Bukan Soal Janji, Tapi Konsistensi
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Kota Cirebon, Dani Jaelani, memberikan pernyataan tajam terkait krisis kepercayaan publik terhadap pemangku kebijakan.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun hanya dengan narasi manis atau janji politik, melainkan melalui kejujuran dan realisasi nyata.
“Membangun kepercayaan publik itu bukan soal janji, tapi soal konsistensi. Publik saat ini jauh lebih menghargai pejabat yang berani jujur mengakui kesalahan daripada mereka yang selalu merasa benar,” kata Dani yang juga selaku Ketua Payung Suci Cirebon, Jumat (15/5).
Dani menekankan pentingnya ruang kritik sebagai fondasi transparansi. Ia menilai bahwa segala sesuatu yang ditutupi oleh pemerintah atau pemegang amanah justru akan menjadi “bibit” kecurigaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberanian untuk berkata, “Ini gagal, ini salah, dan ini yang akan kami perbaiki,” adalah langkah awal yang jauh lebih efektif untuk menenangkan publik dibandingkan terus menerus menebar janji tanpa bukti.
“Janji tanpa bukti itu ilusi. Bukti tanpa tindak lanjut itu sia-sia. Yang membuat publik tenang adalah ketika masalah diketahui, diakui, lalu dibereskan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dani menyoroti gaya komunikasi birokrasi yang seringkali terjebak dalam diksi-diksi formal seperti ‘akan’, ‘sedang proses’, atau ‘komitmen kami’.
Baginya, masyarakat sudah berada di titik jenuh terhadap janji-janji yang bersifat seremoni semata.
“Realisasi adalah inti paling sederhana sekaligus tersulit dalam membangun kepercayaan. Publik tidak butuh janji baru; mereka butuh janji lama yang akhirnya menjadi nyata,” jelasnya.
Realisasi menurut Dani bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan bukti otentik bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut hanya bisa dirasakan jika ada hasil konkret yang menyentuh langsung kehidupan publik.
Menutup pernyataannya, Dani mengajak semua pihak yang memegang amanah untuk melakukan refleksi diri.
Ia mengingatkan bahwa setiap tanggung jawab yang diberikan akan diuji melalui konsistensi antara ucapan dan tindakan.
“Sekarang tinggal tanya ke diri kita masing-masing. Jika kita yang diberikan amanah, janji apa yang bakal kita pastikan terealisasi? Jangan sampai janji itu hanya berhenti di lisan tanpa pernah menjadi kenyataan,” pungkas Dani. (Cepy)
