Dukung Asta Cita Presiden, Kepala Bapas Cirebon Hadiri Kunjungan Kerja Terpadu dan Panen Raya di Lapas Karawang

0
IMG-20260526-WA0018
Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Cirebon menghadiri kegiatan kunjungan kerja terpadu yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Karawang pada Senin, 25 Mei 2026.

Kehadiran tersebut merupakan bentuk dukungan jajaran pemasyarakatan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi, jajaran Direktur Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Jawa Barat, serta Wakil Bupati Karawang bersama unsur Forkopimda setempat.

Kebersamaan seluruh unsur tersebut mencerminkan sinergi kuat dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

Dalam rangkaian kegiatan, rombongan melakukan peninjauan ke Sentra Pelayanan Publik Terpadu (SPPG) Warung Bambu dan melihat langsung pemanfaatan lahan produktif yang dikelola oleh warga binaan.

Puncak acara ditandai dengan Panen Raya Padi di lahan seluas 1,7 hektar dengan potensi hasil mencapai 7 ton gabah, serta pelepasan 1 ton benih ikan nila nirwana sebagai bentuk penguatan sektor perikanan budidaya.

Selain itu, rombongan juga meninjau kesiapan sarana pendukung Program MBG dan lima klaster ketahanan pangan terpadu di Lapas Karawang yang meliputi lahan pertanian padi, budidaya ikan nila nirwana, peternakan Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan), peternakan domba dorper, serta sektor penggemukan sapi. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari pembinaan berbasis produktivitas dan kemandirian bagi warga binaan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Mashudi, mengapresiasi berbagai capaian yang telah diwujudkan oleh Lapas Kelas IIA Karawang. Menurutnya, berbagai inovasi tersebut menjadi bentuk dedikasi, kreativitas, dan kerja nyata dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui program ini, Lapas membuktikan transformasinya dari tempat pembatasan fisik menjadi pusat pelatihan kerja dan inkubator agribisnis yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *