Sinergi Cerdaskan Generasi, Disdik Apresiasi Lomba Literasi Nasional Fajar Cirebon

0
Oplus_0

Oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Memperingati momentum berlapis Hari Ulang Tahun (HUT) Harian Umum Fajar Cirebon ke-14, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), serta Hari Jadi Cirebon ke-599, Fajar Cirebon berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon menggelar Pengumuman Lomba Literasi Tingkat Nasional sekaligus Diskusi Publik mengenai Literasi Informasi di Era Digital dengan menghadirkan narasumber dari DKIS Kota Cirebon di Aula Ki Hajar Dewantara, Gedung B Disdik Kota Cirebon, Jumat (19/6/2026).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Drs. Sutikno, S.AP., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran pimpinan Harian Umum Fajar Cirebon atas inisiasi kolaborasi ini. Ia berharap kompetisi berskala nasional ini memicu lahirnya kreator-kreator konten yang edukatif.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pimpinan Harian Fajar Cirebon yang telah menggelar lomba literasi nasional ini. Harapan ke depan, para pemenang bukan hanya sekadar memenangkan lomba, tetapi mampu memproduksi suatu informasi yang berkualitas. Kita ingin anak-anak kita menjadi pelaku produksi informasi, bukan hanya sebagai penonton,” kata Sutikno.

Sutikno juga menekankan pentingnya penguasaan berbagai dimensi literasi dasar bagi generasi muda di tengah kompleksitas perkembangan zaman.

“Literasi ini cakupannya luas, mulai dari kemampuan anak dalam literasi baca-tulis, literasi numerasi, literasi budaya, literasi finansial, hingga literasi kewarganegaraan. Tujuannya agar anak-anak kita bisa memahami, menganalisis, dan memproduksi informasi itu sendiri secara bijak,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Fajar Cirebon, Dr. Dea Angkasa Putri Supardi, mengungkapkan bahwa latar belakang penyelenggaraan event nasional ini berakar dari komitmen koran lokal untuk ikut andil secara konkret dalam membangun gerakan literasi regional maupun nasional. Terlebih, derasnya arus digitalisasi membawa tantangan yang semakin rumit bagi generasi muda.

“Ada kegelisahan tersendiri bagi kami melihat dinamika generasi muda di era digital saat ini. Tantangannya adalah masifnya penyebaran hoaks, termasuk pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang tidak pada tempatnya,” ungkap Dea.

Menjawab tantangan tersebut, Fajar Cirebon berinisiatif menambahkan satu pilar krusial di luar enam literasi dasar (baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya & kewarganegaraan), yakni literasi informasi.

“Tantangan masyarakat saat ini adalah banjirnya informasi yang kerap bercampur dengan disinformasi. Lewat kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya anak muda, mampu mengelola dan menyajikan informasi dengan baik. Ini bentuk nyata kontribusi kami mendorong peningkatan literasi demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Lomba Literasi Tingkat Nasional ini berhasil menyedot perhatian dan antusiasme tinggi dengan total 133 peserta dari seluruh penjuru Indonesia.

Kompetisi ini sengaja dirancang inklusif yang terbagi ke dalam empat kategori tingkatan pendidikan, diantaranya, Tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan Lomba membuat Vlog dan gerakan “Aku Suka Baca”, Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Lomba membuat Vlog,Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Lomba Opini dengan tema krusial Cyber Bullying serta Tingkat Perguruan Tinggi, Lomba karya tulis/opini ilmiah.

Ia berharap, melalui sinergi antara media massa dan instansi pendidikan ini, diharapkan Kota Cirebon tidak hanya menjadi pusat perayaan hari jadi sejarahnya, namun juga menjadi barometer penguatan kualitas literasi digital nasional untuk masa depan. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *