Dobrak Pasar Global, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Cirebon Cetak Perawat Go International

0
oplus_2

oplus_2

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Tasikmalaya resmi memulai lembaran baru Tahun Akademik 2026/2027. Kampus pencetak tenaga kesehatan (nakes) andalan ini menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) kelas reguler yang dipusatkan di Aula Rektorat Lantai 3, Kampus Wilayah Cirebon, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Senin (6/7/26).

Acara dibuka secara virtual oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Dr. Dini Mariani, S.Kep., Ners., M.Kep. Sementara di lokasi acara, prosesi dihadiri langsung oleh Sekda Kota Cirebon Dr. H. Iing Daiman, S.I.P., M.Si., Korwil Cirebon Eyet Hidayat, S.Pd, S.Kep., Ns, M.Kep, Sp.Kep.Jiwa, serta jajaran civitas akademika.

Koordinator Wilayah (Korwil), Eyet Hidayat, mengungkapkan bahwa persaingan untuk menembus Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya wilayah Cirebon tahun ini sangat kompetitif. Proses seleksi yang panjang dan ketat meliputi uji tulis, tes kesehatan, hingga wawancara telah dimulai sejak Februari lalu.

“Animo masyarakat sangat luar biasa. Dari total 3.086 pendaftar, yang berhasil dinyatakan lolos dan diterima hanya 431 mahasiswa,” kata Eyet Hidayat.

Disebutkannya, kegiatan PKKMB yang berlangsung selama tiga hari (6–9 Juli 2026) diikuti 431 mahasiswa baru yang terbagi ke dalam 6 Program Studi (Prodi) unggulan, yaitu : D3 Keperawatan (6 semester), Sarjana Terapan Keperawatan (8 semester + Profesi), D3 Kebidanan, Sarjana Terapan Kebidanan, D3 Gizi, dan D3 Rekam Medik.

Menjawab tantangan zaman, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wilayah Cirebon melakukan lompatan besar dalam metode pembelajaran. Kampus ini tidak lagi mengharamkan teknologi masa kini, melainkan mengarahkannya secara bijak, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI).

“Dari segi pembelajaran, kita sudah terbuka menggunakan digital dan teknologi AI. Misalnya dalam penugasan atau pembuatan laporan, mahasiswa boleh meminta bantuan AI untuk mencari ide awal atau kerangka bahan baku, baru kemudian mereka kembangkan secara ilmiah,” jelas Eyet.

Tak hanya itu, akses literasi mahasiswa kini tak terbatas pada buku fisik di perpustakaan. Kampus telah membuka jaringan link digital ke berbagai web jurnal internasional terakreditasi.

Untuk urusan praktik klinis, mahasiswa juga diterjunkan ke rumah sakit rujukan nasional berkemampuan medis tinggi, seperti RS Jantung Harapan Kita Jakarta, RS Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita, RS Jiwa Bogor, hingga jaringan rumah sakit terkemuka di wilayah Cirebon.

Satu hal yang membuat kampus ini kian bersinar adalah komitmennya mengantarkan lulusan berkerier di kancah internasional. Di prodi Keperawatan Cirebon, kini telah dibuka Kelas Khusus Jerman.

“Selama masa kuliah, mahasiswa diberikan kurikulum muatan lokal bahasa Jerman bekerja sama dengan Goethe-Institut. Targetnya, begitu mereka lulus D3 dan mencapai level bahasa B1, mereka langsung disalurkan bekerja ke Jerman melalui kerja sama dengan LPK, Kemenkes, dan Kedutaan Jerman. Bahkan user (pengguna tenaga kerja) dari Jerman datang langsung ke sini, atau mahasiswa kita yang ke Jakarta untuk wawancara,” paparnya.

Selain Jerman, ekspansi ke negara maju lainnya juga berjalan masif dimana kampus telah sukses memberangkatkan 18 alumni yang kini aktif bekerja di Jepang melalui pembekalan bahasa intensif selama 9 bulan. selain itu, sebanyak 8 nakes sukses ditempatkan di Jerman, dan pada Januari 2026 kemarin, kampus baru saja memberangkatkan 2 alumni ke Qatar, menyusul penempatan yang sudah ada di Arab Saudi dan Kuwait.

“Melalui rangkaian pembekalan akademis, pengenalan prospek masa depan, dan penanaman disiplin selama PKKMB ini, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wilayah Cirebon siap mencetak garda terdepan kesehatan yang tidak hanya jago di dalam negeri, tapi juga siap menaklukkan pasar global,” pungkasnya. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *