HOAKS, Video Viral Erupsi Besar Gunung Anak Krakatau Bukan Kondisi Terkini
Oplus_0
CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Sebuah video berdurasi 10 detik yang memperlihatkan letusan dahsyat Gunung Anak Krakatau (GAK) dengan semburan api besar pada malam hari viral di media sosial.
Kemunculan video dari atas kapal tersebut memicu kepanikan warganet di tengah kenaikan status gunung menjadi Level III (Siaga) sejak Kamis (2/7/2026).
Menanggapi hal tersebut, otoritas terkait memastikan bahwa video yang beredar adalah hoaks dan tidak menggambarkan kondisi riil saat ini.
Petugas Pemantau GAK di Lampung Selatan, Andi Suwardi, menegaskan bahwa visual letusan besar tersebut adalah informasi lama yang disebarkan kembali.
Dikatakannya, Erupsi Terakhir terjadi pada Jumat (3/7/2026) pukul 15.00 WIB dengan tinggi semburan abu vulkanik sekitar 200 meter.
Hingga Sabtu (4/7/2026) siang, belum terpantau adanya aktivitas erupsi susulan seperti yang digambarkan dalam video viral.
“Video yang beredar itu hoaks atau bukan menggambarkan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini. Aktivitas erupsi yang terjadi sekarang tidak seperti yang terlihat dalam video tersebut,” kata Andi, Sabtu (4/7/26) dilansir dari Kompas.com
Meski video tersebut hoaks, Badan Geologi Kementerian ESDM memang telah menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) karena adanya lonjakan gempa vulkanik dangkal dan emisi gas.
Terkait situasi ini, petugas mengeluarkan dua poin imbauan penting, yaitu, Larangan Aktivitas, Masyarakat, nelayan, dan wisatawan dilarang mendekati kawasan kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, meminta masyarakat bijak dan tidak ikut menyebarkan video yang belum terverifikasi agar tidak memicu keresahan.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan aktivitas vulkanik melalui kanal resmi seperti Badan Geologi, BMKG, dan BPBD. (Agung)
