PKKMB Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Resmi Digelar, Sekda Iing Daiman Tantang Mahasiswa Baru Jadi Solusi Masalah Hulu Kesehatan
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Tasikmalaya resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) kelas reguler Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 9 Juli 2026 ini dibuka secara virtual oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Dr. Dini Mariani, S.Kep., Ners., M.Kep.
Sementara prosesi di kampus Cirebon dihadiri Sekda Kota Cirebon, Dr. H. Iing Daiman, S.I.P.,M.Si., Koordinator Wilayah (Korwil), Eyet Hidayat, S.Pd, S.Kep., Ns, M.Kep, Sp.Kep.Jiwa, jajaran kepala program studi, civitas akademika, serta ratusan mahasiswa baru di Aula Rektorat Lantai 3, Kampus Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wilayah Cirebon, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Senin (6/7/26).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Dr. Iing Daiman, S.I.P., M.Si., memaparkan diskursus penting mengenai kebijakan publik dan realitas epidemiologis yang sedang dihadapi Indonesia berdasarkan rilis Survei Kesehatan Indonesia (SKI).
Dr. Iing menyoroti fenomena mengkhawatirkan di mana penyakit mematikan kini mulai menyerang generasi muda.
“Saat ini, sekitar 73 persen angka kematian di Indonesia diakibatkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung koroner, dan diabetes melitus. Hal yang perlu menjadi catatan kritis kita bersama adalah pergeseran demografisnya, di mana tren ini mulai terdeteksi signifikan pada kelompok usia produktif dan remaja rentang usia 15 hingga 24 tahun,” kata Dr. Iing Daiman.
Selain masalah PTM di usia muda, Sekda Kota Cirebon juga menyoroti pekerjaan rumah mendasar terkait stunting.
Meskipun Pemerintah Kota Cirebon terus melakukan intervensi agresif untuk menekan prevalensi stunting di bawah target 14 persen, tantangan ini membutuhkan penanganan konsisten dari hulu, termasuk literasi gizi, akses sanitasi, air bersih, hingga pola pengasuhan keluarga.
Oleh karena itu, Pemkot Cirebon menegaskan bahwa tata kelola kesehatan tidak bisa lagi bertumpu pada pendekatan kuratif (pengobatan) di hilir, melainkan harus memperkuat aspek promotif dan preventif (pencegahan) di hulu.
Dr. Iing Daiman juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi nyata yang selama ini telah diberikan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wilayah Cirebon.
Berdasarkan diskusinya dengan Ketua Program Studi (Kaprodi), ia memuji kualitas global dari almamater ini.
Beberapa poin kontribusi kampus yang disoroti oleh Sekda Kota Cirebon meliputi Investasi SDM Internasional dengan adanya program pengiriman mahasiswa/lulusan ke negara Jepang dan Jerman yang dinilai sebagai langkah strategis dalam mencetak tenaga kesehatan berdaya saing global.
Selain itu, Dr. Iing pun mengapresiasi kolaborasi lintas sektor, sinergi aktif mahasiswa dan alumnus bersama pihak Kelurahan, Puskesmas, serta Dinas Kesehatan Kota Cirebon.
Dr. Iing menambahkan, aksi nyata di lapangan yaitu dengan keterlibatan langsung dalam penanganan stunting serta edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat.
“Kami dari pemerintah daerah sangat mengapresiasi. Kami merasakan betul kehadiran kampus ini, baik mahasiswa yang masih aktif maupun alumnusnya, sudah berkontribusi nyata bagi Pemerintah Kota Cirebon. Ini adalah potensi yang harus terus dikembangkan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Iing Daiman mengajak mahasiswa baru untuk memperluas sudut pandang profesi medis dan tidak sekadar terpaku pada keahlian teknis laboratorium atau hafalan klinis semata.
“Menjadi tenaga kesehatan yang unggul berarti Saudara siap menjadi edukator, komunikator, dan analis masalah sosial-kesehatan di tengah masyarakat. Ketika kelak turun ke lapangan, lihatlah masyarakat sebagai individu yang terikat erat dengan ekosistem ekonomi, psikologis, dan lingkungannya. Jadikan kampus ini sebagai laboratorium sosial yang sesungguhnya,” tandasnya.
Ia berharap ke depan program-program sinergi dan kolaborasi ini terus ditingkatkan demi saling menguatkan.
“Karena bagaimanapun juga, kami (pemerintah-red) tidak bisa berjalan sendiri dalam menyelenggarakan pembangunan ini. Kami butuh sinergi kolaborasi dengan para pihak, khususnya dunia kampus atau almamater,” pungkas Sekda. (Cepy)
