Sentuhan Gen Z di Sentra Trusmi: Bidik Pasar Muda dan Latih Pembukuan Digital, Langkah Mahasiswa Unswagati Dorong UMKM Batik Cirebon

0
IMG-20260715-WA0039
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Sejumlah mahasiswa Program Studi Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, turun langsung ke lapangan untuk membantu memodernisasi usaha batik lokal.

Kegiatan pendampingan ini dilakukan oleh Dian Shavitri, Jihan Aulia Nur Fauzan, Muhamad Jafar Shodiq, dan Sariyanto sebagai bagian dari mata kuliah Praktik Kewirausahaan di bawah bimbingan dosen Sri Wahyuni, S.E., M.M. dan dosen pengampu Lisa Harry Soelistyowati, S.E., M.M.

Di tengah menjamurnya perajin batik di daerah Plered dan Trusmi, tim mahasiswa secara khusus memilih dua UMKM, yaitu Batik Annur dan Batik Trisha. Alasan utamanya karena kedua usaha ini punya nilai sejarah dan keunikan yang sangat kuat.

“Tujuan pendampingan ini adalah membantu UMKM mengidentifikasi permasalahan usaha, memberikan solusi yang sesuai, meningkatkan pemanfaatan digital pada pemasaran dan pembukuan, serta mengimplementasikan ilmu kewirausahaan mahasiswa untuk mendukung pengembangan UMKM batik di Cirebon.” Ucap Lisa Harry Soelistyowati sebagai dosen pengampu mata kuliah ini.

Batik Annur yang dikelola oleh Mas Gilang merupakan salah satu pelopor pertama yang berani membuka toko pajang (showroom) di kawasan Trusmi sejak tahun 1992, sehingga ikut menginspirasi ramainya sentra batik di sana. Sementara itu, Batik Trisha yang dirintis oleh Ibu Sri Haryati di Desa Gamel punya prestasi luar biasa karena produk motif khas “Cirebon Girang” miliknya sudah berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Jepang dan Malaysia.

Meski punya potensi besar, kedua UMKM legendaris ini ternyata menghadapi tantangan yang mirip, yaitu pengelolaan usaha yang masih tradisional, promosi digital yang belum aktif, serta pencatatan keuangan yang masih ditulis manual di buku kas.

Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa Unswagati langsung bergerak memberikan bantuan nyata. Untuk Batik Annur, mahasiswa membantu menghidupkan kembali media sosial Instagram dan TikTok lewat penyusunan jadwal konten harian yang rapi.

Selain itu, mahasiswa juga membuatkan sebuah panduan ide gaya busana (moodboard) khusus anak muda. Panduan ini berisi kumpulan foto referensi cara memadukan kain batik, daster, atau selendang yang ada di toko agar terlihat modis, minimalis, dan estetik ala Generasi Z.

Lewat contoh paduan gaya ini, Batik Annur bisa membuat konten foto produk yang menarik perhatian konsumen muda tanpa perlu keluar modal untuk menjahit baju baru.

Sementara di Batik Trisha, mahasiswa fokus membenahi sistem keuangan yang sebelumnya hanya dicatat di buku tulis. Ibu Sri Haryati dilatih menggunakan aplikasi ponsel pintar bernama SI APIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan).

Lewat aplikasi ini, Ibu Sri kini bisa mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran dengan mudah, dan laporan untung-rugi usahanya langsung terhitung otomatis oleh sistem.

Melalui sentuhan digitalisasi pada pemasaran dan keuangan ini, diharapkan Batik Annur dan Batik Trisha bisa semakin berkembang pesat, memperluas pasar mereka, dan tetap bertahan sebagai identitas kebanggaan batik Cirebon di era modern.

Tanggapan Owner UMKM

“Saya selaku pemilik Batik Annur mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim mahasiswa Manajemen Unswagati Cirebon atas kepeduliannya membantu usaha kami. Kehadiran adik-adik mahasiswa sangat membantu kami yang selama ini memang kesulitan dan tidak konsisten dalam mengelola media sosial karena keterbatasan waktu dan pemahaman tren anak muda. Dengan adanya pembuatan jadwal konten harian dan panduan gaya Gen-Z yang dibuatkan, kami jadi mendapat pandangan baru.” Ucap Owner Batik Annur H. Rasimo

“Saya selaku owner Batik Trisha mengucapkan terima kasih kepada tim mahasiswa atas pendampingan dan bantuan yang telah diberikan kepada UMKM kami. Sebelumnya, pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual, namun kini kami telah memahami dan menggunakan aplikasi SIAPIK sehingga pencatatan keuangan menjadi lebih rapi, mudah, dan efisien. Semoga ilmu dan pendampingan yang telah diberikan menjadi amal baik serta bermanfaat bagi banyak UMKM lainnya. Terima kasih atas dedikasi dan kepeduliannya.” Ucap Owner Batik Trisha Sri Haryati.

 

Penulis :

Dian Shavitri, Jihan Aulia Nur Fauzan, Muhamad Jafar Shodiq, Sariyanto. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGJ Cirebon)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *