Sinergi OJK dan BKPSDM Kota Cirebon Gembleng ASN Cerdas Kelola Keuangan

0
Oplus_2

Oplus_2

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Pemerintah Kota Cirebon bekerja sama dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar edukasi literasi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bertajuk “ASN Cerdas Mengelola Keuangan, Sehat Menjalani Kehidupan, Produktif Memberikan Pelayanan Tahun 2026” di Kantor OJK Cirebon, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No. 133 Kota Cirebon, Senin (20/7/26).

kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh para Sekretaris Dinas/Badan (Sekdin) serta Pembuat Daftar Gaji (PDG) dari seluruh Perangkat Daerah se-Kota Cirebon.

Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menyampaikan bahwa para peserta sengaja disiapkan melalui skema Training of Trainers (ToT).

Output dari pelatihan ini nantinya berupa rencana aksi (action plan) untuk mereplikasi program edukasi serupa di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar menjangkau seluruh ASN.

“Lewat ToT selama dua hari ini, kita ingin pengelola keuangan memiliki literasi yang cukup di tengah kompleksitas tantangan ekonomi modern. Hasil kegiatan ini juga menjadi bahan kajian teknis bagi pimpinan untuk merumuskan kebijakan izin peminjaman pribadi ASN, agar tidak timbul beban finansial yang mengganggu kinerja dan lingkungan kerja,” jelas Budi.

Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, H. Agus Muntholib, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari implementasi program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD). Apalagi, Kota Cirebon saat ini mencatatkan prestasi gemilang di bidang keuangan daerah.

“Kota Cirebon merupakan salah satu daerah dengan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) tertinggi di Jawa Barat, bahkan meraih peringkat nomor satu melampaui Kota Bandung. Tingkat literasi ini terus kita dorong agar merasuk ke seluruh lapisan ASN,” ungkao Agus Muntholib.

Agus menekankan pentingnya ASN membentengi diri dengan prinsip Legal dan Logis (2L) saat memanfaatkan instrumen keuangan.

Agus menambahkan bahwa edukasi ini bertujuan agar ASN tidak terjerat aktivitas keuangan ilegal, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta terhindar dari maraknya tawaran investasi bodong dan judi online (judol).

“Gagalnya perencanaan keuangan akan berdampak langsung pada penurunan produktivitas kerja. Kita patut mengambil pelajaran dari kasus-kasus masa lalu seperti investasi ilegal CSI hingga kasus lebah madu di Kuningan yang berdampak berat secara psikologis dan finansial. Jangan pernah tergiur iming-iming keuntungan tinggi yang tidak rasional,” imbaunya.

Ia juga menyoroti fenomena judi online yang kian marak dan berpotensi merusak integritas serta kinerja ASN.

Ke depan, OJK Cirebon dan Pemkot Cirebon berkomitmen memperluas jangkauan literasi ke sektor-sektor strategis lainnya, khususnya segmen tenaga pendidik.

“Setelah ASN, sasaran berikutnya adalah para guru dan dosen di kampus negeri. Guru dan dosen memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi dan katalisator untuk menanamkan pemahaman perencanaan keuangan yang sehat serta legalitas investasi kepada anak didik dan masyarakat luas,” tambah Agus.

Sebagai pedoman praktis, dalam kegiatan tersebut dipaparkan 5 Pilar ASN Cerdas Finansial, diantaranya, Mengenali Kondisi Keuangan,  Memetakan kemampuan finansial secara riil dan rasional lalu membedakan Kebutuhan dan Keinginan, bijak menentukan prioritas pengeluaran kemudian mengelola Utang Sehat,  mengontrol pinjaman dan tegas menolak pinjaman online (pinjol) ilegal serta judol lalu membangun daana D

darurat,  Menyediakan simpanan untuk situasi darurat dengan mempersiapkan Masa Depan berinvestasi pada instrumen resmi yang diawasi OJK.

“Melalui sinergi ini, Pemkot Cirebon dan OJK berharap seluruh ASN dapat mengadopsi budaya Human Care serta menjaga ketahanan finansial keluarga. “Sehat di rumah, produktif di kantor, dan teguh menjaga integritas,” pungkas Budi. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *