Setelah 40 Tahun Vakum, Babarit Desa Tundagan Kembali Digelar Meriah Meski Diguyur Hujan
CIREBONWARTANEWS.COM, Kuningan – Kerinduan masyarakat Desa Tundagan akan tradisi leluhur akhirnya terobati. Setelah 40 tahun lamanya tidak dilaksanakan, tradisi Babarit Desa kembali digelar dengan khidmat dan meriah, meski sempat diguyur hujan deras di tengah pelaksanaan pesta rakyat, Rabu (25/3/26).
Acara yang mengusung tema “Ngalangkungan Babarit Desa, Urang Mumule Adat Tradisi Kearifan Lokal nu Henteu Mengpar tina Tetekon Agama jeung Darigama” ini, menegaskan komitmen warga untuk melestarikan tradisi tanpa keluar dari koridor agama dan norma sosial.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Hj. Tuti Andriyani, S.H., M.Kn., yang datang mewakili Bupat menyampaikan permohonan maaf Bupati yang tidak bisa hadir secara langsung karena harus memenuhi panggilan mendesak dari Gubernur di Rumah Pakuan.
“Babarit Desa ini merupakan wujud rasa syukur kita kepada Sang Pencipta atas segala keberhasilan dan keselamatan yang telah diberikan kepada kita semua,” kata Hj. Tuti.
Wabup menekankan bahwa kemajuan sebuah desa tidak boleh membuat masyarakatnya melupakan akar budaya. Menurutnya, tradisi Babarit menjadi pengingat bahwa leluhur dan orang tua terdahulu telah mewariskan jejak budaya serta kearifan lokal yang sangat berharga.
Rangkaian acara dimulai sejak siang hari dengan prosesi Hadoroh yang dilaksanakan secara khusyuk di ruang Bale Desa. Suasana religius menyelimuti doa bersama yang dipanjatkan oleh tokoh agama dan masyarakat setempat.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan prosesi Sanggolewang yang menjadi ciri khas tradisi setempat. Meski hujan kemudian turun membasahi lokasi, semangat warga tidak surut.
Hiburan berupa pesta rakyat tetap berlangsung meriah, membuktikan antusiasme warga yang telah menanti momen ini selama empat dekade.
Ketua panitia penyelenggara menyatakan bahwa kebangkitan kembali Babarit Desa Tundagan ini bertujuan untuk “ngamumule” atau memelihara adat istiadat agar tidak punah ditelan zaman.
Dengan terlaksananya kembali Babarit Desa, diharapkan generasi muda Desa Tundagan dapat terus menjaga keseimbangan antara pembangunan modern dengan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas jati diri bangsa. (Andy G)
