Asah Potensi Non-Akademik, SDN Sadagori Optimis Sabet Juara di FLS3N Kecamatan Kesambi

0
IMG20260407080820
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Semangat kreativitas siswa kembali membara di wilayah Kecamatan Kesambi. Pada hari ini, Selasa (7/4/26), Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan resmi digelar di SDN Gunung Sari Dalam, Kesambi, Kota Cirebon, acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan menghadirkan berbagai cabang lomba yang kompetitif.

Terdapat tujuh cabang seni yang diperlombakan guna menggali bakat terpendam para siswa, di antaranya, Mendongeng, Gambar Bercerita, Seni Tari, Menyanyi Solo, Kriya, Pantomim dan Menulis Cerita.

Salah satu sekolah yang tampil antusias dalam ajang ini adalah SDN Sadagori. Kepala SDN Sadagori, Hj. Apriani Dinni Siti Nurbaini, M.Pd.I  menyatakan bahwa sekolahnya mengirimkan delegasi hampir di seluruh cabang lomba.

“Dari tujuh lomba yang ada, kami mengikuti enam cabang. Hanya satu yang tidak kami ikuti tahun ini, yaitu menulis cerita. Namun, insya Allah tahun depan kami targetkan ikut semua,” kata Hj. Dinni.

Saat ditanya mengenai cabang unggulan, ia menjagokan Seni Tari sebagai lumbung prestasi. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab pembinaan tari di SDN Sadagori sudah dilakukan secara intensif sejak siswa duduk di kelas 1.

Rekam jejak SDN Sadagori di bidang seni memang cukup diperhitungkan. Pada perhelatan FLS3N tahun lalu, tim tari sekolah ini berhasil meraih juara ke-2 di tingkat kecamatan dan melaju hingga tingkat kota, di mana mereka kembali sukses mengamankan posisi juara kedua.

“Kami sangat optimis tahun ini bisa kembali meraih juara di tingkat kota. Persiapannya sudah matang karena anak-anak sudah terbiasa berlatih,” tambahnya.

Selain sebagai ajang kompetisi, Hj. Apriani Dinni  menekankan bahwa FLS3N adalah wadah penting bagi siswa yang memiliki kelebihan di bidang non-akademik.

Tujuan utamanya adalah membekali siswa dengan sertifikat prestasi yang nantinya dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Tujuannya agar anak-anak yang punya bakat non-akademik ini bisa punya jalur prestasi (Japres) saat masuk ke SMP nanti. Kami berharap anak-anak lebih semangat lagi, sehingga bakat mereka benar-benar bermanfaat untuk masa depan mereka,” pungkasnya. (Cepy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *