Jaga Stabilitas Harga dan Tekan Inflasi, Pemkot Cirebon Luncurkan ‘Mol Pangling’

0
IMG20260612074001
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon resmi meluncurkan program Mobil Pangan Keliling atau “Mol Pangling” di depan Kios WADULI (Warung Peduli) Pasar Jagasatru, Kota Cirebon, Jumat (12/6/2026).

Inovasi ini hadir sebagai langkah konkret Pemkot Cirebon dalam mempertahankan prestasi sebagai kota terbaik dalam pengendalian inflasi se-Jawa dan Bali.

Peresmian operasional Mol Pangling ditandai dengan prosesi pecah kendi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bank Indonesia (BI), dan jajaran Bulog.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan bahwa kehadiran Mol Pangling merupakan strategi berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan komoditas pokok dapat diakses masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar konvensional.

“Kemarin kita sudah mendapatkan penghargaan untuk pengendalian inflasi se-Jawa dan Bali. Hari ini, tentunya ini merupakan upaya kami untuk bisa menjaga dan mempertahankan apa yang sudah kita lakukan dalam mengendalikan inflasi di Kota Cirebon,” kata Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa armada Mol Pangling akan terus bergerak menyisir berbagai wilayah strategis. Selain berfungsi sebagai tempat penjualan pangan murah, program ini juga dilengkapi dengan satu unit mobil videotron yang berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Untuk tahap awal, Pemkot Cirebon baru mengoperasikan satu unit armada sebagai proyek percontohan, yang nantinya disusul armada kedua di Pasar Pagi dalam waktu dekat.

Kendati demikian, Wali Kota mengisyaratkan adanya peluang penambahan armada di masa depan melalui sinergi dengan dinas terkait, BI, dan Bulog.

“Titik-titiknya nanti akan kita tentukan bersama dinas terkait, BI, dan Bulog,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi ini. Untuk memastikan harga tetap murah dan bersaing, BI akan memberikan subsidi berupa bantuan ongkos angkut komoditas.

“Kami akan bantu untuk ongkos angkutnya, sehingga komoditas yang dijual di sini akan mendapatkan harga yang sesuai (murah). Ini masih on progress,” jelas Wihujeng.

Wihujeng menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan Wali Kota dan para Kepala Dinas, ke depan direncanakan akan ada total empat unit armada Mol Pangling yang beroperasi. Namun, pelaksanaan operasional di Pasar Jagasatru ini akan dievaluasi terlebih dahulu agar intervensi yang dilakukan memberikan dampak yang optimal dan tepat sasaran.

Melalui jadwal operasional yang direncanakan bergulir satu minggu sekali, Mol Pangling diharapkan mampu memperpendek jarak distribusi dan mempermudah akses masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang paling membutuhkan intervensi pasokan pangan. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *