Dukung Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran, PAYUNG SUCI Cirebon Siap Jaga Pesan Silih Asah Silih Asih

0
IMG-20260508-WA0061
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Paguyuban Urang Sumedang di Cirebon yang dikenal dengan nama “PAYUNG SUCI” menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung dan mensukseskan gelaran akbar Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran yang akan dilaksanakan pada 10 Mei 2026 mendatang.

Ketua PAYUNG SUCI Cirebon, Dany Jaelani, menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan wujud tanggung jawab moril warga Sumedang yang tinggal dan berkiprah di Cirebon dalam menjaga kelestarian budaya Jawa Barat.

Dany menjelaskan bahwa nama “PAYUNG SUCI” bukan sekadar identitas, melainkan landasan bergerak bagi seluruh anggotanya.

Payung memiliki makna filosofis Ngayomi, yakni melindungi layaknya fungsi payung dari panas dan hujan.

Suci melambangkan Hati Nurani dan niat yang bersih dalam setiap langkah organisasi.

“Dukungan kami terhadap Kirab Budaya ini adalah bukti nyata wargi Payung Suci dalam memegang prinsip ‘Nyalindra Budaya, Nata Nagara’. Sebagai orang Sumedang yang mencari nafkah dan menetap di Cirebon, kami punya tanggung jawab untuk mensukseskan acara ini sebagai wujud kecintaan kepada tanah Pasundan,” kata Dany Jaelani, Jumat (8/5/26).

Dijelaskannya, kehadiran PAYUNG SUCI dalam Kirab 10 Mei nanti mengusung misi besar untuk menjaga “Tuntunan” leluhur di tanah perantauan. Pesan luhur Prabu Siliwangi, yakni Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh, menjadi nafas utama bagi paguyuban ini.

Melalui kegiatan ini, Dany berharap seluruh wargi Sumedang di Cirebon bisa terus menjaga silaturahmi.

“Kirab ini adalah wadah bagi kita untuk pulang membawa persaudaraan. Kami ingin kehadiran Payung Suci benar-benar menjadi Payung Budaya yang menyejukkan,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pihaknyapun memberikan aksi nyata dengan berpartisipasi aktif seluruh anggota dalam rangkaian Kirab Budaya 10 Mei 2026.

Selain itu, ia pun mm empunyai Misi Budaya dengan  mengimplementasikan filosofi Nyalindra Budaya (berlindung pada budaya) untuk Nata Nagara (menata negara/daerah).

“Selain itu, memperkuat ikatan emosional warga perantauan Sumedang terhadap akar budaya Jawa Barat,” tandasnya.

Dengan semangat yang dibawa oleh Dany Jaelani dan jajaran pengurus lainnya, PAYUNG SUCI optimis Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran akan menjadi momentum kebangkitan nilai-nilai tradisional di tengah modernitas Kota Cirebon. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *