Ketua PGRI Kota Cirebon Apresiasi Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, Sebut Momentum Rawat Sejarah

0
IMG20260510210536
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon, Eka Novianto, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Cirebon, Minggu (11/5/2026).

Eka, yang turut hadir langsung dalam kemeriahan tersebut, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mengingatkan kembali masyarakat akan kekayaan histori Jawa Barat, khususnya keterkaitan erat antara Cirebon dan Tatar Sunda.

Eka menekankan bahwa sejarah Cirebon tidak bisa dilepaskan dari akar Pajajaran. Kehadiran Mahkota Binokasih dalam kirab tersebut menjadi simbol kuat ikatan sejarah tersebut.

“Cirebon memiliki sisi histori yang sangat luar biasa berkaitan dengan Tatar Sunda. Kita tahu Kanjeng Sunan Gunung Jati adalah cucu dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi. Mahkota Binokasih yang dibuat oleh Bunisora Suradipati ini adalah warisan Raja Sunda yang juga menjadi bagian dari jati diri kita,” jelas Eka.

Eka juga menyoroti partisipasi peserta yang tidak hanya datang dari Jawa Barat, tetapi juga meluas hingga Banyumas, Brebes, Tegal, Banten, hingga Jakarta. Menurutnya.

“Hal ini mempertegas filosofi asli Cirebon, yakni Caruban yang berarti campuran atau keberagaman, menunjukkan Cirebon sebagai titik temu berbagai etnis dan tradisi,” tandasnya.

Kehadiran perwakilan dari Jawa Tengah dan Banten, sambungnya, membuktikan daya tarik budaya Cirebon yang inklusif.

Kepada keluarga besar PGRI, Eka berpesan agar para pendidik merasa bangga dan bersyukur tinggal di kota dengan warisan leluhur yang kaya.

Ia pun mengaitkan peran guru dengan pesan legendaris Sunan Gunung Jati, yaitu  “Isun titip tajug lan fakir miskin.”

“Zaman dulu, Tajug bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat pendidikan. Artinya, Kanjeng Sunan sudah menitipkan pendidikan bagi masyarakat. Kita sebagai guru yang mengajar di Kota Cirebon berarti sedang melaksanakan amanah beliau,” ucapnya.

Eka berharap kegiatan Milangkala Tatar Sunda ini dapat menjadi agenda rutin yang terus berlanjut.

“Melalui penguatan budaya, diharapkan para guru di Kota Cirebon mendapatkan keberkahan dalam mendidik generasi penerus yang menghargai sejarahnya sendiri,” pungkasnya. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *