Sudahi Polemik Disharmonis Walikota dan Wawali Cirebon. Dani Jaelani : Gunakan Hati Nurani, Bukan Hati Panas
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Tensi politik di “Meja Satu” Pemerintah Kota Cirebon yang kian memanas memicu keprihatinan dari berbagai elemen masyarakat.
Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Kota Cirebon, Dani Jaelani, angkat bicara dan menyerukan agar polemik ketidakharmonisan antara Walikota dan Wakil Walikota segera diakhiri demi kepentingan rakyat.
Dalam pernyataannya, Dani Jaelani menggambarkan kepemimpinan Kota Cirebon layaknya sebuah kepompong. Walikota dan Wakil Walikota adalah dua sayap yang tengah dipersiapkan di dalamnya untuk membawa Cirebon “terbang” lebih tinggi.
“Kalau sayap kiri berantem sama sayap kanan, kupu-kupunya gak bakal terbang. Mati di dalam. Meja Satu politik boleh panas, tapi Meja Satu hati nurani harus adem,” tegas Dani.
Ia menekankan bahwa yang dipertaruhkan saat ini bukanlah sekadar kursi kekuasaan, melainkan nasib sekitar 2 juta jiwa warga Kota Cirebon yang menggantungkan harapannya pada kebijakan di pemerintahan.
Dani menilai polemik ini muncul bukan karena kesalahan teknis semata, melainkan karena adanya krisis hati nurani dan hilangnya ingatan akan esensi kepemimpinan.
Ia menyoroti tiga poin utama di mana para pemimpin cenderung “lupa”, Lupa Sumpah Jabatan, Lupa Kondisi Rakyat dan Lupa Esensi Jabatan
“Meja Satu” bukanlah tempat berebut “kue” atau keuntungan, melainkan tempat memikul beban rakyat,” tandasnya.
Dani mengajak kedua pucuk pimpinan tersebut untuk kembali melakukan refleksi mendalam dan bertanya kepada hati nurani masing-masing mengenai janji yang diucapkan pada hari pertama menjabat.
“Tanya ke hati nurani mereka, hari itu Bapak/Ibu sumpah untuk siapa? Untuk rakyat atau untuk ego? Yang dilihat saat itu muka siapa? Muka anak yatim di Argasunya, atau muka sendiri di cermin?” cetusnya.
Ia mengingatkan jika dua sel pembentuk sayap ini terus berselisih, maka yang akan “cair” dan hancur bukanlah ego mereka, melainkan masa depan Kota Cirebon.
GM FKPPI berharap agar sinergitas antara semua unsur pemerintahan dan masyarakat kembali terjalin. Masyarakat merindukan pemimpin yang rukun, terbuka, dan fokus menuntaskan program pembangunan demi kesejahteraan bersama.
“Kalau hari ini sumpah itu diulang, apakah masih berani mengucap ‘dengan selurus-lurusnya?” pungkasnya. (Cepy)
